Daftar Isi
Tidak dipungkiri, kita menganggap rumah adalah tempat paling aman dan kokoh bagi sebuah keluarga. Namun, di balik dinding yang terlihat kuat dan lantai kayu yang estetik, mungkin saja sedang terjadi “invasi” atau serangan besar-besaran yang tidak disadari oleh satu jenis makhluk hidup.
Makhluk hidup ini dikenal dengan nama silent destroyer. Nama hewan yang tergolong hama itu adalah rayap. Meskipun tergolong kecil, namun keberadaan rayap di sebuang bangunan mampu menyebabkan kerugian finansial yang sangat besar. Rayap yang hidup berkoloni justru merupakan ancaman bagi pemilik rumah karena struktur bangunan yang terbuat dari kayu bisa hancur dimakan oleh hama tersebut.
Mengenal Hama Rayap
Rayap merupakan serangga sosial yang hidup dalam koloni. Rayap memiliki sistem kasta, terdiri dari ratu, prajurit (penjaga koloni), dan pekerja. Kasta pekerja pada rayap ini yang paling bertanggung jawab atas kerusakan bangunan karena tugas utama mereka adalah mencari makan dan makanan favorit mereka adalah selulosa. Selulosa dapat ditemukan pada kayu, kertas, karton, dan berbagai material berbahan dasar tumbuhan lainnya.
Di Indonesia yang memiliki iklim tropis, rayap berkembang biak dengan sangat pesat. Kelembapan tinggi dan suhu yang hangat sepanjang tahun menciptakan lingkungan ideal bagi mereka untuk membangun koloninya di bawah tanah maupun di dalam struktur bangunan kita.
Rayap bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu, tanpa pernah tidur. Rayap menghindari cahaya dan selalu menyerang dari bagian dalam kayu. Hal ini membuat permukaan kayu seringkali terlihat utuh dan baik-baik saja dari luar, padahal bagian dalamnya sudah keropos dan rapuh.
Banyak pemilik rumah, baru menyadari keberadaan rayap ketika kerusakan sudah mencapai tahap lanjut misalnya saat kaki lemari amblas ke lantai atau ketika plafon tiba-tiba runtuh. Kalau sudah begini maka biaya perbaikan biasanya sudah membengkak jauh lebih mahal dibandingkan biaya pencegahan atau pengendalian dini.
Tanda-Tanda Bangunan Diserang Rayap
Mendeteksi keberadaan rayap tentu saja memerlukan ketelitian. Hal ini dikarenakan rayap ahli dalam bersembunyi. Berikut merupakan tanda-tanda utama serangan rayap yang harus Anda waspadai:
1. Munculnya Jalur Tanah
Rayap memerlukan kelembapan untuk bertahan hidup saat mencari makan. Untuk melindungi diri dari udara kering dan predator yang akan memangsa rayap, mereka membangun semacam terowongan kecil yang terbuat dari campuran tanah, kotoran, dan air. Terowongan ini disebut dengan liang kembara.
Anda bisa menemukan liang kembara ini di fondasi bangunan, dinding bagian luar, atau sambungan antara lantai dan dinding. Jika terlihat garis-garis cokelat menyerupai urat tanah yang menempel pada tembok, itu adalah jalur transportasi rayap.
2. Adanya Laron di Sekitar Rumah
Laron sebenarnya adalah rayap reproduktif yang sedang mencari pasangan untuk membentuk koloni baru. Munculnya laron dalam jumlah banyak di sekitar lampu rumah, terutama saat awal musim hujan, merupakan tanda bahwa ada koloni rayap besar yang sudah ada di dekat atau bahkan di bawah bangunan Anda.
3. Kayu yang Kopong Ketika Diketuk
Seperti yang disebutkan sebelumnya, rayap memakan kayu dari dalam ke luar. Cara termudah untuk mengetahuinya adalah dengan mengetuk bagian kayu di rumah Anda, seperti kusen pintu, jendela, atau panel dinding.
Jika kayu terdengar bergema atau “kopong” saat diketuk, kemungkinan besar bagian dalamnya sudah habis dimakan rayap. Dalam beberapa kasus, kayu yang terserang akan terasa sangat lunak bahkan bisa ditembus dengan mudah hanya menggunakan obeng atau jari tangan.
4. Munculnya Bubuk Kayu
Untuk jenis rayap kayu kering tidak memerlukan akses ke tanah. Rayap kayu kering tinggal di dalam kayu dan mengeluarkan kotoran berbentuk butiran kecil menyerupai pasir atau bubuk kayu halus.
Jika Anda menemukan gundukan bubuk kecil di bawah furnitur atau di sudut ruangan, perhatikan baik-baik. Apabila bukan debu biasa melainkan butiran yang konsisten, itu adalah kotoran rayap yang didorong keluar dari lubang kecil di kayu.
Apabila didengarkan secara teliti, maka koloni rayap yang aktif sebenarnya bisa didengar. Jika Anda menempelkan telinga ke dinding kayu yang terinfeksi pada malam yang sunyi, maka mungkin akan mendengar suara klik yang sangat halus. Suara tersebut merupakan suara rayap yang sedang bekerja mendapatkan selulosa untuk makan sang ratu.
Penutup
Rumah adalah investasi jangka panjang yang berharga bagi setiap individu yang memilikinya. Membiarkan rayap menyerang rumah Anda sama saja dengan membiarkan nilai properti yang dimiliki tergerus perlahan.
Jika rumah Anda terserang hama rayap, maka jangan ragu untuk memanggil jasa anti rayap agar bisa bekerja membasmi hama rayap pada struktur bangunan rumah Anda.
