Kenali Istilah Open Source Pada Software

 

Sadarkan Anda bahwa saat ini teknologi sudah berkembang sangat pesat. Orang-orang yang berkecimpung di bidang teknologi mau tidak mau harus menguasai skillnya masing-masing untuk bisa mengembangkan aplikasi yang berguna untuk aktivitas manusia.

Salah satu perkembangan di dunia teknologi yang cukup penting adalah open source. Istilah Open Source adalah salah satu pilar terpenting yang membentuk dunia teknologi modern yang kita nikmati hari ini. Tanpa konsep ini, mungkin tidak akan ada internet seperti sekarang, tidak ada sistem operasi Android, bahkan tidak ada browser Chrome yang canggih.

Mengenal Open Source sebagai kekuatan dan kolaborasi di dunia digital dimana secara sederhana, dimana Open Source (Sumber Terbuka) merupakan jenis perangkat lunak yang kode sumbernya atau “resep rahasianya” dibuka untuk umum.

Pembuat Open Source mengizinkan siapa saja untuk melihat, menyalin, mempelajari, mengubah, hingga mendistribusikan ulang kode tersebut secara gratis.

Bagaimana Cara Kerja Open Source

Bayangkan Anda sedang makan makanan di restoran terkenal. Di restoran itu, resep dijaga ketat di dalam brankas. Anda hanya bisa memakan masakannya tanpa tahu bumbu apa yang digunakan. Namun, dalam konsep Open Source, sang koki menaruh resep tersebut di papan pengumuman depan restoran.

Setiap pengunjung boleh menyontek resepnya, menambahkan sedikit cabai jika suka pedas, atau bahkan memperbaiki takaran garam yang dianggap berlebihan. Hasil modifikasi ini kemudian bisa dibagikan kembali agar orang lain bisa menikmati versi yang lebih enak.

Mengapa Open Source Sangat Penting?

Ada beberapa alasan mengapa model pengembangan Open Source dianggap superior dibandingkan model tertutup, antara lain:

  • Transparansi dan Keamanan

Karena kodenya bisa dilihat semua orang, celah keamanan (bug) dapat ditemukan dan diperbaiki lebih cepat oleh komunitas global, bukan hanya oleh segelintir karyawan perusahaan.

  • Inovasi Tanpa Batas

Developer dari berbagai belahan dunia bisa berkontribusi. Hal ini menciptakan ekosistem di mana ide-ide baru terus bermunculan tanpa terhalang birokrasi perusahaan.

  • Efisiensi Biaya

Perusahaan atau individu tidak perlu membangun teknologi dari nol. Mereka bisa menggunakan fondasi open source yang sudah ada dan menghemat biaya lisensi yang mahal.

  • Kebebasan

Pengguna tidak “terkunci” pada satu vendor (vendor lock-in). Jika sebuah perusahaan berhenti mendukung perangkat lunaknya, komunitas masih bisa melanjutkan pengembangannya.

Mungkin kita tidak menyadarinya, namun secara tak langsung kita berinteraksi dengan teknologi open source setiap hari. Beberapa contoh kita berinteraksi dengan teknologi open source adalah dengan melalui teknologi berikut:

  • Sistem Operasi

Linux adalah proyek open source paling sukses di dunia. Hampir semua server internet dan superkomputer menggunakan Linux. Android juga berbasis pada kernel Linux yang bersifat terbuka.

  • Web Browser

Mozilla Firefox sepenuhnya open source, sementara Google Chrome dibangun di atas proyek open source bernama Chromium.

  • Bahasa Pemrograman

Bahasa populer seperti Python, PHP, dan JavaScript dikelola secara terbuka, memungkinkan jutaan aplikasi dibuat di atasnya.

Meskipun dapat kita “nikmati secara gratis” secara lisensi, namun mengelola proyek open source membutuhkan dedikasi besar.

Banyak pengembang bekerja secara sukarela demi kemajuan teknologi. Oleh karena itu, muncul etika di mana perusahaan besar yang mengambil keuntungan dari software ini diharapkan berkontribusi kembali, baik dalam bentuk pendanaan maupun tenaga ahli yang berupa kontribusi kode misalnya.

Kesimpulan

Open source bukan sekadar tentang “gratisan”, melainkan tentang demokratisasi teknologi. Ia meruntuhkan dinding pembatas antara pencipta dan pengguna, menciptakan lingkungan di mana kolaborasi adalah kunci utama. Di masa depan, seiring dengan berkembangnya AI dan Cloud Computing, semangat keterbukaan ini akan terus menjadi motor penggerak inovasi manusia.

 

Tinggalkan komentar